JALAN - JALAN

Minggu, 14 November 2010


Perbaikan Jalan Rajagaluh-Prapatan

Minggu, 14 November 2010

Pengaspalan Jalan
Jalur Rajagaluh-Leuwimunding Prapatan

Jalur Rajagaluh-Leuwimunding-Prapatan rusak parah !!,
Jalan jalur ini memang sudah lama tidak di perbaiki sehingga kerusakan yang sangat parah akan sring kita temui saat melintasi jalur Rajagaluh-Leuwimunding-Prapatan sehingga banyak pengendara motor dari arah Majalengka-Rajagaluh lebih memilih jalur sumber untuk menuju Cirebon karena parahnya jalur ini dan tidak jarang kecelakaan pun sering terjadi.


Eit.... Tapi sekarang tidak lagi !!!. Tidak ada lagi jalan yang berlubang . tidak perlu lagi khawatir kena debu di siang hari saat panas terik..(pake masker atuh).
Akhirnya Pengaspalan/Perbaikan jalan jalur Rajagaluh-Prapatan mulai di kerjakan. sekarang pengaspalan (hotmix) sudah sampai di Desa Lame.. dan akan terus di kerjakan sampai prapatan.. mungkin di perkirakan sampai akhir bulan ini pengerjaan perbaikan jalan jalur Rajagaluh-Prapatan ini sudah selesai..
Yang perlu di perhatikan setelah penyelesaian perbaikan jalan ini menyiapkan pula saluran air pada kanan dan kiri jalan. Hal itu bertujuan agar ketika datang hujan air mengalir melalui saluran drainase yang telah dibuat, seperti halnya yang sudah di buat di beberapa titik di Jalan jalur Provinsi Jl. Pangheran Muhammad diantaranya :Sukahaji , Tenjolayar, cikalong, ataupun di sawah lega di Desa Salagedang, yang belum dibuatkannya Saluran Air di bagian kanan dan kiri diantaranya di beberapa titik di Sepanjang Jalur Rajagaluh-Salagedang.
Berbagai pembenahan di Kabupaten Majalengka secara bertahap terus dilakukan mulai dari pembangunan Infrastruktur hingga penyediaan sarana dan Prasarana umum..seperti perbaikan jalan jalur ini yang terealisasikan. mudah-mudahan fasilitas-fasilitas ini tidak cepat rusak akibat pembangunan yang asal-asalan dan selalu ada yang namnya perawatan untuk selanjutnya...

Mangga ah kanggo PEMKAB MAJALENGKA gera lajeungkeun pangwangunanana anu semakin pesat asal keur kahadean jeung kalestarianmah wang di dukung. Haturnuhunmah moal hilap da pikeun urang-urang keneh..
Mudah-mudahan jalujur ber awet sagalagalana.
..Majalengka nu di PIKADEDEUH..




(*foto by/Bengbeng)









Rabu, 16 Juni 2010


"BUKIT ALAM HEJO" KECAMATAN SINDANG

Rabu, 16 Juni 2010
BUKIT ALAM HEJO
Desa Pasir Ayu Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka


Wisata alam ada lagi di Kabupaten Majalengka tepatnya di Desa Pasir Ayu Kecamatan Sindang, Sekarang Wisata Alam di Kabupaten Majalengka sudah Banyak Pilihannya.
Water Bom yang ada di Kabupaten Majalengka Selain “TIRTA INDAH”di Sindangwangi, di Bukit Alam Hejo juga rencana akan dibangun Water Bom tapi pas aku kesana Water Bom nya belum selesai. Tapi kayanya Water Bom “TIRTA INDAH” lebih tinggi dan besar. Kalu di Bukit Alam Hejo kayanya kecil tapi ga tau juga si, soalnya belum selesai dibangunnya…hehehehe…. Suasana Alamnya Indah, cocok untuk liburan keluarga yang menginginkan suasana alam yang sejuk, buat nongkrong bareng teman-teman juga asik lah, fasilitasnya juga lumayan banyak, ada kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, flying fox, Kuda Tunggang, Suasana alam yang segar, Bumi Perkemahan, dan berbagai acarapun suka digelar disini, seperti kemarin pada tanggal 14-15 juni di gelar acara dari telkomsel acara ulang tahun yang pertama MALCOM(Majalengka Outlet Community) seluruh Outlet Peserta Jambore Malcom Se Kabupaten Majalengka mengadakan kemping di “BUKIT ALAM HEJO” berbagai hiburan pun di gelar di sini, berangkat lewat Perempatan Sukahaji ngidul arah Desa Paniis-Maja terus ke Asromo pulangnya ke Desa Sindang karena lebih cepat lewat Sindang bagi saya yang berada rumahnya di Rajagaluh, kalu balik lagi pulangnya lewat sukahaji waaah ya muter lagi...


Untuk menuju Wisata Alam ini, jika sobat memakai kendaraan Roda Empat/Mobil, saya sarankan sobat melewati Asromo bisa lewat Maja terus belok ke Desa Paniis atau lewat Perempatan Desa Sukahaji, yang bawa mobil dari arah Cirebon Via Rajagaluh-Majalengka …


kalu perjalanan menuju BUKIT ALAM HEJO dari Rajagaluh hanya bisa di lewati jika sobat memakai kendaraan Roda Dua/Sepeda Motor karena kalau lewat Rajagaluh pas Menuju Desa Pasir ayu akan melewati Sasak/Jembatan Gantung yang hanya bisa di lewati oleh Roda Dua Seperti Sepeda motor juga Pejalan Kaki. Kondisi jalan dari rajagaluh sampai Desa Sindang bagus tapi pas menuju Desa Pasir Ayu kondisi jalan aga sedikit jelek bisa dibilang rusak lah, asiknya pas melwati jembatan gantung itu wahhh mantap lah…eit jangan salah, kalu lewat sini wlaupun jalannya agak sedikit rusak tapi pemandangan nya cukup indah loooh…Jika sobat ingin melihat/melewati sasak gantung/jembatan gantung ini, routenya sama ko, dari Rajagaluh searah dengan Wisata Prabu Siliwangi yang ada di Desa Pajajar. Kalu udah nyampe Desa Sindang kurang lebih 10menitan juga nyampe ke BUKIT ALAM HEJO…
Selamat Berwisata ……

click foto untuk lebih jelas













Selasa, 20 Oktober 2009

Objek Wisata Prabu Siliwangi dan Situ Cipadung

Selasa, 20 Oktober 2009



Objek Wisata Prabu Siliwangi dan Situ Cipadung
Wisata Kabupaten Majalengka




Wisata Prabu Siliwang Terletak di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Wisata ini banyak di kunjungi dari berbagai daerah di Kabupaten Majalengka juga dari luar Kabupaten Majalengka, untuk berjiarah ataupun hanya sekedar menikmati keindahan wisata ini. Sebelum anda masuk ke Wisata Prabu Siliwangi anda akan melihat Situ, Situ ini bernama situ Cipadung di luar Wisata Prabu Siliwangi , Situ ini berada diantara Desa Indrakila Kecamatan Sindang dan Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh. Karena Tempatnya bersebelahan dengan Wisata Prabu Siliwangi Situ ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Memang di tempat wisata ini terdapat beberapa makam atau buyut atau tempat-tempat keramat. Diantaranya disebelah Situ Cipadung ini terdapat Buyut Pertapaan Arjuna yang masuk ke wilayah Desa Indrakila Kecamatan Sindang.

Didalam Objek Wisata Prabu Siliwangi terdapat beberapa kolam, ada kolam pemandian yang berbentuk situ ada mushola dan beberapa pedagang. Didalam wisata ini ada tempat pesanggrahan yang diberinama Pasanggrahan Prabu Siliwangi beserta kuncen tempat, Dalam Wisata Prabu Siliwangi ada beberapa tempat yang di keramatkan yang mempunyai kuncen tersendiri begitulah kata seorang bapak yang pernah menjadi kuncen yang sekarang berjualan bajigur di depan situ yang berada di dalam objek Prabu Siliwangi.

Pepohonan yang sudah tua, kolam-kolam yang ditata dengan rapih sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat pancuran lumba-lumba. Membuat tempat ini menjadi adem dan indah tak perlu khawatir untuk mencari tempat sholat karena di wisata ini terdapat tajug(tempat ibadah sholat). Patung kujang besar di depan pintu masuk menuju pasanggrahan. Di sebelah bawahnya ada patung macan. Yang uniknya di tempat ini masih banyak kera yang berkeliaran sesekali pula akan terlihat kelalawar berkisar ribuan yang terbang bergelombongan entah darimana asalnya. Di dalam kolam juga terdapat ikan-ikan yang sengaja dipelihara. dulu sebelum di keloloa oleh Pemda Majalengka situ didalam Wisata Prabu Siliwangi ini banyak yang mancing tapi sekarang sudah dilarang.

Untuk menuju tempat wisata ini tidak sulit anda hanya pelu datang ke Terminal Rajagaluh jika anda membawa kendaraan seperti mobil anda bisa menggunakan jasa ojeg untuk mengantar anda menuju tempat Wisata Prabu Siliwangi atau Situ Cipadung.





Selasa, 13 Oktober 2009


babad rajagaluh

Selasa, 13 Oktober 2009
SEKILAS BABAD RAJAGALUH

Konon dahulunya Desa Rajagaluh adalah sebuah Kerajaan dibawah wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi.
Saat itu Kerajaan Rajagaluh dibawah tampuk pimpinan seorang raja yang terkenal digjaya sakti mandraguna. Agama yang diantunya adalah agama Hindu.
Pada tahun 1482 Masehi, Syeh Syarif Hidayatulloh ( Sunan Gunung Jati ) mengembangkan Islam di Jawa Barat dengan secara damai. Namun dari sekian banyak Kerajaan di tatar Pasundan hanya Kerajaan Rajagaluh yang sulit ditundukan.
Setelah Kerajaan Cirebon memisahkan diri dari wilayah Kerajaan Pajajaran maka pembayaran upeti dan pajak untuk Kerajaan Cirebon dibebeaskan, namun untuk Kuningan pajak dan upeti masih berlaku. Untuk penarikan pajak dan upeti dari Kuningan Prabu Siliwangi mewakilkan kepada Prabu Cakra Ningrat dari Kerajaan Rajagaluh. Akhirnya Prabu Cakra Ningrat mengutus Patihnya yang bernama Adipati Arya Kiban ke Kuningan, namun ternyata adipati Kuningan yang bernama adipati Awangga menolak mentah-mentah tidak mau membayar pajak dengan alasan bahwa Kuningan sekarang masuk wilayah Kerajaan Cirebon yang sudah membebaskan diri dari Kerajaan Pajajaran. Sebagai akibat dari penolakannya maka terjadilah perang tanding antara Adipati Awangga dan Adipati Arya Kiban. Dalam perang tanding keduanya sama-sama digjaya, kekuatannya seimbang sehingga perang tanding tidak ada yang kalah atau yang menang. Tempat perang tanding sekarang dikenal sebagai desa JALAKSANA artinya jaya dalam melaksanakan tugas.
Perang tanding tersebut dapat didengar oleh Syeh Syarif Hidayatulloh yang kemudian beliau mengutus anaknya Arya Kemuning yang dikenal sebagai Syeh Zainl Akbar alias Bratakalana untuk membantu Adipati Awangga dalam perang tanding. Dengan bantuan Arya Kemuning akhirnya adipati Arya Kiban dapat dikalahkan. Adipati Arya Kiban melarikan diri dan menghilang didaerah Pasawahan disekitar Telaga Remis, sebagian prajuritnya ditahan dan sebagian lagi dapat meloloskan diri ke Rajagaluh.
Semenjak kejadian tersebut Kerajaan Rajagaluh segera menghimpun kekuatannya kembali untuk memperkokoh pertahanan menakala ada serangan dari Kerajaan Cirebon.
Sebagai pengganti Adipati Arya Kiban ditunjuknya Arya mangkubumi, Demang Jaga Patih, Demang Raksa Pura, dan dibantu oleh Patih Loa dan Dempu Awang keduanya berasal dari Tata/dataran Cina.
Syeh Syarif Hidayatulloh melihat Kerajaan Rajagaluh dengan mata hatinya berkesimpulan bahwa prajurit Cirebon tidak akan mampu menaklukan Rajagaluh kecuali dengan taktik yang halus. Hal ini mengingat akan kesaktian Prabu Cakraningrat. Akhirnya Syeh Sarif Hidayatulloh mengutus 3 (tiga) orang utusan yakni Syeh Magelung Sakti, Pangeran Santri, Pangeran Dogol serta diikut sertakan ratusan Prajurit.
Pengiriman utusan dari Cirebon dengan segera dapat diketahui oleh Prabu Cakra Ningrat, beliaupun segera menugaskan patih Loa dan Dempu Awang untuk menghadangnya. Saat itupun terjadilah pertempuran sengit, namun prajurit Cirebon dapat dipukul mundur, Melihat prajurit Cirebon kucar-kacir maka majulah Syeh Magelung Sakti, Pangeran Santri dan Pangeran Dogol, terjadilah perang tanding melawan Patih Loa dan Dempu Awang. Perang tanding tidak kunjung selesai karena kedua belah pihak seimbang kekuatannya, yang akhirnya pihak Cirebon tidak berani mendekati daerah Rajagaluh, begitupun sebaliknya.
Atas kejadian ini Prabu Cakra Ningrat segera mengutus Patih Arya Mangkubumi ditugaskan untuk menancapkan sebuah Tumbak Trisula pada sebuah Lubuk sungai disekitar tempat terjadinya perang tanding. Akibatnya tancapan tombak tersebut serta merta air sungai tersebut berubah menjadi panas dan dapat membahayakan bagi prajurit Cirebon manakala menyebranginya. Kejadian tersebut mengundang marahnya pihak Cirebon. Nyi Mas Gandasari cepat bertindak, dengan kesaktiannya ia mengencingi sungai tersebut. Serta merta air sungaipun tidak berbahaya lagi walaupun airnya tetap panas. Tempat kejadian tersebut sekarang dikenal dengan nama Desa Kedung Bunder.
Setelah kejadian itu syeh Magelung Sakti dan kawan-kawan serta prajuritnya berupaya mendekati kota Rajagaluh, rombongan kemudian berhenti ditepian kota Rajagaluh, membuat perlindungan sebagai tempat pengintaian. Tempat tersebut berada disekitar Desa Mindi yang sekarang dikenal dengan hutan tenjo.
Pada saat yang bersamaan Syeh Syarif Hidayatulloh mengutus pula Nyi Mas Gandasari, ia ditugaskan untuk menggoda Prabu Cakra Ningrat, dengan harapan Nyi Mas Gandasari dapat melarikan Zimat Bokor Mas ( Kandaga Mas ) sebagai zimat andalan kesaktian Prabu Cakra Ningrat.
Saat mendekati wilayah Rajagaluh Nyi Mas Gandasari menyamar sebagai pengemis dan ia selamat luput dari pengawasan prajurit Rajagaluh. Begitu masuk pinggiran Kota Rajagaluh, peran penyamarannya dirubah menjadi ronggeng keliling. Pinggiran kota tersebut sekarang dikenal sebagai Desa Lame.
Gerak-gerik penyamaran Nyi Mas Gandasari tidak terlepas dari pengawasan dan Pengintaian Syeh Magelung Sakti dan kawan-kawan.
Ketenaran Nyimas Ronggeng begitu cepat meluas baik dari kecantikannya ataupun lemah gemulai tariannya yang mempesona. Berita ketenaran Nyi Ronggeng sampai pula ke istana. Dengan penuh penasaran Prabu Cakra Ningrat memanggil Nyi Ronggeng ke istana. Usai Nyi Ronggeng mempertunjukan kebolehannya. Tanpa diduga sebbelumnya ternyata Sang Prabu Cakra Ningrat langsung terpikat hatinya. Gelagat perubahan yang terjadi pada Prabu Cakra Ningrat segera diketahui oleh anaknya Nyi Putri Indangsari. Dinasehatilah ayahnya agar jangan terpikat oleh Nyi Ronggeng.Namun, nasehat Nyi Putri ternyata tidak digubrisnya diacuhkannya, bahkan Sang Prabu berkenan mengajaknya Nyi Ronggeng masuk ke istana malahan beliau sampai mengajak tidur bersama.
Nyi Ronggeng menolak ajakan terakhir dari Sang Prabu Cakra Ningrat, Nyi Ronggengpun dapat mengabulkan ajakan beliau untuk tidur bersama asal dengan syarat Prabu Cakra Ningrat terlebih dahulu dapat memperlihatkan zimat andalannya yaitu Bokor Mas.
Syarat tersebut disetujui oleh Sang Prabu, maka diperlihatkanlah zimat yang dimaksud, serta merta dirabalah zimat tersebut oleh Nyi Ronggeng.
Bertepatan dengan itu tiba-tiba Sang Prabu ingin buang air kecil, maka kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Nyi Ronggeng. Bokor Mas langsung diambil dan dibawa lari saat Sang Prabu buang hajat kecil.
Dil luar Nyi Mas Gandasari dihadang oleh seekor banteng besar penjaga istana, namun dengan kesaktiannya ia dapat lolos dari amukan banteng tersebut.
Kejadian tersebut segera terlihat oleh Syeh Magelung Sakti dan kawan-kawannya, banteng itupun ditebasnya sampai putus lehernya. Kendatipun kepalanya sudah terpisah namun kepala banteng tersebut masih bisa mengamuk menyeruduk membabi buta, namun akhirnya kepala banteng tersebut terkena tendangan Syeh Magelung Sakti sehingga melayang dan jatuh didaerah ciledug yang sekarang dikenal sebagai Desa Hulu Banteng. Sedangkan badannya lari kearah utara sampai akhirnya terjerembab ke sebuah Lubuk Sungai. Sekarang dikenal sebagai Desa Leuwimunding.
Prajurit Cirebon terus menyerbu kota Rajagaluh. Pertahanan Rajagaluh sudah lemah sehingga Rajagaluh mengalami kekalahan. Prabu Cakra Ningrat sendiri melarikan diri ke kota Talaga bergabung dengan Prabu Pucuk Umum. Yang kemudian keduanya pergi menuju Banten (Ujung Kulon).
Sementara anaknya Nyi Putri Indangsari tidak ikut serta dengan ayahnya karena rasa jengkel sebab saran-saran Nyi Putri Indangsari tidak didengar oleh ayahnya. Nyi Putri Indangsari sendiri malah pergi kesebelah utara sekarang di kenal dengan Desa Cidenok. Di Cidenok Nyi Putri tidak lama, ia teringat akan ayahnya. Nyi Putri sadar apapun kesalahan yang dilakukan oleh Sang Prabu Cakra Ningrat, sang Prabu adalah ayah kandungnya yang sangat ia cintai, iapun berniat menyusul ayahnya, namun ditengah perjalanan Nyi Putri dihadang oleh prajurit Cirebon yang dipimpin oleh Pangeran Birawa. Nyi Putri dan pengawalnya ditangkap kemudian diadili. Pengadilan akan membebaskan hukuman bagi Nyi Putri dengan syarat mau masuk islam. Akhirnya semua pengawalnya masuk islam tapi Nyi Putri sendiri menolaknya, maka Nyi Putri Indangsari ditahan disebuah gua. Alkisah menghilangnya Adipati Arya Kiban yang cukup lama akibat kekalahannya oleh Adipati Awangga saat perang tanding, ia timbul kesadarannya untuk kembali ke Rajagaluh untuk menemui Prabu Cakra Ningrat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Namun yang ia dapatkan hanyalah puing-puing kerajaan yang sudah hancur luluh. Ia menangis sedih penuh penyesalan. Ia menrenungkan nasibnya dipinggiran kota Rajagaluh. Tempat tersebut sekarang dikenal dengan Batu Jangkung (batu tinggi). Ditempat itu pula akhirnya Adipati Arya Kiban ditangkap oleh prajurit Cirebon, kemudian ditahan/dipenjarakan bersama Nyi Putri Indangsari disebuah gua yang dikenal dengan Gua Dalem yang berada di daerah Kedung Bunder, Palimanan.
Dikisahkan bahwa Nyi Putri Indangsari dan Adiapti Arya Kiban meninggal di gua tempat ia dipenjarakan (Gua Dalem), kisah lain keduanya mengilang.
WALLAHU A’LAM BISHSHOWAB.


" batu jangkung (kabuyutan desa rajagaluh-majalengka-jawabarat) "

Dikutip dari naskah Desa Rajagaluh.
LEGENDA ASAL-USUL DESA RAJAGALUH”.